Internet = Media Massa???

Berbicara mengenai internet di jaman sekarang, tidak akan terasa asing. Hampir semua orang mengetahui tentang internet. Namun, hingga sekarang masih terjadi kontroversi apakah internet merupakan media massa. Untuk itu kami membahas tentang apa itu sebenarnya media massa, kemudian dilanjutkan pembahasan tentang internet, dan bagaimana hubungan keduanya.

Media Massa

Media massa merupakan singkatan dari media komunikasi massa, merupakan channel of mass communication, yaitu saluran, alat, atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa. Komunikasi massa mempunyai arti penyampaian pesan, gagasan, atau informasi yang ditujukan kepada orang banyak. Karakteristik komunikasi massa meliputi beberapa hal, yakni komunikatornya melembaga. Komunikator berbicara mewakili mewakili lembaga (media massa), bukan atas nama dirinya sendiri. Pesan bersifat umum karena dikonsumsi untuk orang banyak yang heterogen. Media menimbulkan keserampakan (simultaneous) dan serentak (instantaneous) penerimaan oleh massa. Media yang menjadi saluran komunikasi diterima pada saat yang sama oleh public. Berlangsung satu arah (one way traffic communication), yaitu komunikator kepada komunikan.

Karakteristik media massa meliputi publisitas, yaitu disebarluaskan kepada khalayak. universalitas, pesanya bersifat umum. Periodesitas, tetap atau berkala. Kontinuitas, berkesinambungan. Aktualitas, berisi hal-hal baru. Bentuk-bentuk media massa sebagai mainstream media adaah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Kelima media disebut kekuatan keempat (the fourth estate) sebuah lembaga eksekutif, legislative, dan yudikatif.

Media massa memiliki fungsi pengantar (pembawa) bagi segenap pengetahuan. Jadi, media massa juga memainkan peran institusi lainya. Media massa menyelenggarakan kegiatanya dalam lingkup public. Media massa dapat dijangkau oleh segenap anggota masyarakat secara bebas, sukarela, umum, dan murah. Pada dasarnya hubungan antara pengirim dan penerima seimbang dan sama. Media menjangkau lebih banyak orang dibandingkan institusi lainya dan sudah sejak dahulu “mengambil alih” peran sekolah, orang tua, agama, dan lain-lain.

Menurut asumsi dasar tersebut, lingkungan simbolik di sekitar (informasi, gagasan, kepercayaan, dan lain-lain) seringkali kita ketahui unsur lingkungan simbolik yang berbeda. Lingkungan simbolik tersbut semakin kita miliki bersama jika kita berorientasi pada sumber media yang sama. Meskipun setiap individu atau kelompok memang memiliki dunia persepsi dan pengalaman yang unik, namun mereka memerlukan kadar persepsi yang sama terhadap realitas tertentu sebagai prasyarat kehidupan sosial yang baik. Sehubungan dengan itu, sumbangan media massa dalam menciptakan persepsi demikian mungkin lebih besar daripada institusi lainya.

Asumsi dasar kedua ialah media massa memiliki peran mediasi (penengah/penghubung) antara realitas sosial yang objektif dengan pengalaman pribadi. Media massa berperan sebagai penengah dan penghubungan dalam pengertian bahwa: media massa seringkali berada diantara kita; media massa dapat saja berada diantara kita dengan institusi lainya yang ada kaitanya dengan kegiatan kita; media massa dapat menyediakan saluran penghubung bagi berbagai institusi yang berbeda; media juga menyalurkan pihak lain untuk menguhubungi pihak lain; media massa seringkali menyediakan bahan bagi kita untuk membentuk persepsi kita terhadap kelompok dan organisasi lain, serta peristiwa tertentu. Melalui pengalaman langsung kita hanya mampu memperoleh sedikit pengetahuan.

Media juga menerima sejumlah tanggung jawab untuk ikut aktif melibatkan dari dalam interaksi sosial dan kadang kala menunjukan arah atau memimpin, serta berperan dalam menciptakan hubungan dan integrasi. Konsep media sebagai penyaring telah diakui masyarakat, karena media sering kali melakukan seleksi dan penafsiran terhadap suatu masalah yang dianggap membingungkan.

Komponen komunikasi massa, menurut Hiebert, Ungurait, dan Bohn mengemukakan, yakni :

a. komunikator

Proses komunikasi massa diawali oleh komunikator. Komunikator dalam media massa berbeda dengan komunikator dalam komunikasi antarpesona.

b. codes dan content

Codes merupakan sistem simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi. Content atau isi media merujuk pada makna dari sebuah pesan.

c. Gatekeeper

Gatekeeper seringkali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai penjaga gawang. Gawang yang dimaksud dalam hal ini adalah gawang dari sebuah media massa, agar media massa tersebut tidak “kebobolan”. Kebobolan dalam pengertian media massa tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan oleh pembacanya karena menyampaikan berita yang tidak akurat, menyinggung reputasi seseorang, mencemarkan nama baik, dan lain-lain.

d. Regulator

Dalam proses komunikasi massa, regulasi media massa adalah suatu proses yang rumit dan melibatkan banyak pihak. Peran regulator hampir sama dengan gatekeeper, namun regulator bekerja di luar institusi media yang menghasilkan berita. Regulator bisa menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informasi, tapi ia tidak dapat menambahkan atau memulai informasi, dan bentuknya lebih seperti sensor.

e. Media

Media massa terdiri dari : (1) media cetak, yakni surat kabar dan majalah, (2) media elektronik, yakni radio siaran, televisi, dan media online (internet).

f. Audience

Marshall McLuhan menjabarkan audience sebagai sentral komunikasi massa yang secara konstan dibombardir oleh media. Media mendistribusikan informasi yang merasuk pada masing-masing individu. Audience hampir tidak bisa menghindar dari media massa, sehingga beberapa individu menjadi anggota audience yang besar, yang menerima ribuan pesan media massa.

g. Filter

Filter dapat diartikan sebagai saringan. Pengindraan kita yang berfungsi sebagai filter komunikasi dipengaruhi oleh 3 kondisi, yakni budaya (cultral), tatanan psikologi (Psychological), kondisi fisik (Physical).

h. Feedback

Feedback disebut sebagai respons atau tanggapan. Proses komunikasi belum lengkap apabila audiens tidak mengirimkan respons atau tanggapan kepada komunikator terhadap pesan yang disampaikan.

Internet dan World Wide Web (WWW)

Internet memang besar manfaatnya bagi manusia, tetapi internet juga bisa membahayakan kehidupan manusia. Internet bisa merusak moral masyarakat dan melecehkan martabat manusia dengan penyebaran pornografi yang bebas hambatan. Ibarat pedang bermata dua. Internet dapat berfungsi sebagai sarana penyebaran iklan dagang ke seluruh dunia. Internet juga bisa merupakan sarana yang aman untuk menumpahkan unek-unek di bidang politik. Menyerupai selebaran gelap yang tak diketahui sumbernya. Sama pula dengan komunikasi antarpribadi yang menyebarkan desas-desus, gosip, kabar burung, selentingan dan sebagainya. Internet juga seakan-akan memberikan alternatif bagi kebebasan pers yang rawan pencekalan atau pembredelan. Tetapi pada saat yang sama internet mudah digunakan untuk merusak moral masyarakat dan melecehkan martabat manusia seperti diutarakan tadi.

Menurut Laquey, internet merupakan jaringan longgar dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Misi awalnya adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah sumber daya perangkat keras komputer yang mahal. Namun, sekarang internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif, sehingga telah menyimpang jauh dari misi awalnya.

Dewasa ini, internet berkembang secara fenomenal, tidak saja dari segi jumlah tetapi dari segi penggunaanya. Internet memungkinkan setiap orang di belahan dunia manapun dapat saling berkomunikasi dengan sepat dan mudah. Fitur internet yang paling popular adalah e-mail dan world wide web (www).

Pada kamus komputer dan teknologi informasi, internet berasal dari istilah interconnection networking yang dapat diartiakn sebagai hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, saluran radio, satelit dan lainnya. Dengan menggunakan internet, pemakai komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.

Pada dasarnya, internet adalah sistem jaringan telekomunikasi pertukaran data digital. Sedangkan World Wide Web (WWW) adalah komunitas sejumlah besar situs web yang memanfaatkan internet sebagai sarana transportasi datanya. Situs web merupakan unit medium komunikasi digital yang isi, bentuk dan karakteristiknya dibangun dari komposisi data digital dengan aturan tertentu. Komposisi berbeda akan membentuk karakter situs web yang berbeda pula.

Sejauh ini, belum banyak teori baru yang dikembangkan berkaitan dengan internet dan world wide web. Roger Fidler mengembangkan teori tentang mediamorfosis, yang berusaha menjelaskan hubungan antara media baru dengan media lama. Fidler memperlihatkan suatu struktur guna memahami pengaruh-pengaruh potensial perkembangan teknologis tersebut terhadapa media utama yang popular : Koran, majalah, televisi, dan radio.

Media internet sndiri, sebagai suatu media baru (new media), pada giliranya juga telah mengahdirkan sekian macam bentuk jurnalisme yang sebelumnya tidak kita kenal. Salah satunya adalah yang kita sebut dengan citizen journalism.

Roger Fidler berpendapat, media baru tidak muncul begitu saja. Bahwa terdapat sebuah sistem yang saling terkait, dan mencatat berbagai kesamaan dan hubungan yang ada antara bentuk-bentuk yang muncul di masa lalu, masa sekarang, dan yang sedang dalam proses kemunculanya. Ketika bntuk-bentuk media komunikasi yang lebih baru muncul, bentuk-bentuk yang terdahulu biasanya tidak mati-terus berkembang dan beradaptasi.

Asumsi Pribadi

Internet dapat dikatakan sebagai media baru (new media), dimana keberadaanya masih diragukan apakah internet merupakan media massa atau bukan. Akan tetapi, media massa memiliki pengertian saluran, alat, atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa.

Menurut uraian di atas, kami menyimpulkan bahwa internet merupakan media massa. Karena internet merupakan teknologi sekaligus infrastruktur dasar bagi segala bentuk proses komunikasi data digital jarak jauh.

Selain itu, internet juga memiliki komponen-komponen atau karakteristik seperti yang dikatakan dalam uraian di atas. Misalnya dalam karakteristik media massa dikatakan bahwa komunikasi massa diawali oleh komunikator. Nah, komunikator dalam media internet adalah orang yang membuat tulisan baik misalnya dalam blog.

Codes merupakan sistem simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi. Bagaimana cara komunikator menyampaikan informasi kepada komunikan. Sistem simbol dalam suatu media onlin kemudian adalah menyampaikan secara langsung informasi tersebut secara tulisan kepada komunikan. Namun, dalam media online, penyampaian tidak hanya berupa tulisan, tetapi bisa juga dalam bentuk foto, musik, film, dan lain-lain. Content atau isi media merujuk pada makna dari sebuah pesan. Yakni berisi informasi yang memang yang memang ditujukan kepada komunikan. Namun, dalam media online bisa tidak terbatas. Content bisa menuju kepada sebuah gambar bukan tulisan.

Selain itu, dalam media massa juga biasanya ada yang namanya gatekeeper atau penjaga gawang. Nah, di internet juga ada yang namanya gatekeeper. Gatekeeper di media internet ini misalnya orang tua. Karakteristik yang lain adalah audience. Dalam internet audience yang ada adalah para pengguna atau penikmat internet itu sendiri. Kemudian, dalam karakteristik media massa ada juga yang namanya feedback atau umpan balik. Feedback dalam media internet dapat secara langsung disampaikan oleh audience. Misalnya dalam suatu blog, audience dapat secara langsung mengomentari isi tulisan tersebut.

Komponen selanjutnya adalah regulator, yakni pemerintah. Pemerintah di sini jelas berperan sebagai pihak yang bisa menghentikan aliran berita atau menghapus berita tersebut. Seperti kasus dihentikannya pengaksesan situs You Tube, situs ini kemudian oleh pemerintah dihentikan akses bagi browsernya. Regulasi tersebut memanglah pihak yang bukan bagian dari media yang menghasilkan berita. Selanjutnya, internet merupakan sebuah media online, yang di mana pengaksesannya tidak menggunakan media cetak maupun elektronik. Sebagai seorang komunikan yang sering mengakses situs-situs internet, pengindraan kita bisa dikategorikan sebagai filter. Filter sendiri pada dasarnya berasal dari internal diri kita. Serta komponen yang terakhir adalah feedback yakni respons dari komunikan.

Informasi penting yang tersedia di internet jumlahnya terus meningkat. Internet ibarat cairan yang berubah setiap detik, begitu beritanya mengalir, maka pandangan yang berbeda, laporan dan aneka pendapat mengairi berbagai arsip dan forum. Perkakas pelacak canggih, dengan nama seperti Gopher, World Wide Web (WWW) dan WAIS dapat membantu kita mendapatkan informasi. WWW kemudian merupakan komunikasi data digital berupa jejaring situs web. WWW pun merupakan infrastruktur lanjutan bagi proses komunikasi berlandaskan situs web sebagai medium komunikasinya. Sementara situs media massa on line merupakan media komunikasi berbasis situs web yang menggunakan pola dan prinsip komunikasi massa.

Kemudian kami juga berpendapat bahwa adanya konvergensi media kemudian menyebabkan internet lebih bisa dikenal sebagai salah satu media massa. Banyaknya media yang tergabung dalam satu induk perusahaan membentuk media online sebagai salah satu saluran penyampaian informasi. Sebut saja, okezone.com adalah sebuah media online yang masuk dalam induk perusahaan Media Nusantara Citra (MNC) Group. Dalam hal ini, komunikan selain bisa mendapatkan informasi melalui media cetak, dan elektronik, ia juga bisa mengakses informasi tersebut secara online.

Jadi, kami mengkategorikan internet sebagai media massa. Dimana keberadaanya memang masih diragukan apakah bisa menjalankan fungsi sebenarnya dari media massa. Namun, disamping itu internet telah memenuhi criteria media massa dan yang paling penting adalah internet bisa menjalankan fungsi media massa yaitu menyampaikan informasi dari kamunikator kepada komunikan dengan berbasis kepada komunikasi massa.

Referensi :

Haryati, dkk. 2007. Mengamati Fenomena Citizen Journalism. Bandung; Simbiosa Rekatama Media.

Elvinaro,dkk. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung; Refika Offset.

Fidler, Roger. 1997. Mediamorfosis Memahami Media Baru. Yogyakarta; Bentang Budaya.

Rivers, Willian L. dkk. 2003. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta; Prenada Media.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments